Pages

Sila / Please 'LIKE' to support this blog..tq ^^

Rabu, Jun 25, 2014

Muat turun Sebarang Stock Android Wallpaper Pada Peranti Mudah Alih Anda - DroidPack Wallpapers

Are you looking for the Stock Android Wallpapers or from any other Flagship Devices and ROMs. If you answer is yes, then here is a good new for you. XDA Forum Member donniemceduns released a new free application called DroidPack Wallpapers. This app brought together the stock wallpapers from many devices and custom ROMs, which you can easily download on your device and set them your default wallpaper. With the help of this free application you can use Stock Wallpapers of over 40 Flagship Android Devices and Roms including non Android Devices like iOS 7 and iOS 8. The app works on all the android devices and one of the easiest way to find the best stock wallpapers for your mobile or smartphone.
Now no need to search the stock wallpapers on Google or on some other forms. Just install the application on your device and find your favorite wallpaper withing a few seconds. So lets take a look how the apps works on the android devices.

Download Wallpapers From All The Flagships Phones

This is one of the simplest mods you can make to your phone. Visit the Google plays store application on your android and install the DroidPack Wallpapers. You can find the direct link of the application at the end of this guide. Once the application is installed, run the app and you can see the list of the devices and stock ROM on the main screen of the applications. Form here all you have to select the device or ROM.


Stock-Wallpapers-list

Now you will see all the wallpapers of the Stock rom or device on the screen of the app. By this way you can vies all the stock wallpaper of the latest flagship models or ROM on your device and select the wallpapers which you want to install on your device.

Android-Wallpapers

To install the wallpapers on your android, tap on the wallpaper which you want to install and you will see the three options like “Set Wallpaper” “Download Wallpaper” and “Rate App”.

Save-Wallpapers

Pretty cool right? You can grab DroidPack from the Play Store link here, and yes it’s free.

Khamis, Mei 15, 2014

Bagaimana Matikan & Buang Sistem Apps dari Android (tanpa 'root')

All the latest android smartphone comes with lots of System apps which you will most likely never use and most of the user want to uninstall them form their device. All these application are called bloatware or pre-installed system applications. If you are the Samsung, LG or Sony Android user then you can see lots of these application on your device, but can’t find the option to uninstall them.

These apps take up a huge amount of space and resources making your device slower and draining your device’s battery. Today in this tutorial we’ll show you how you can disable all these app and uninstall them easily from your device and get more storage on your phone.

In the below guide we show you the two different method which you can apply on your device. Once is for the rooted users and one for the uprooted users.


Remove-samsung-apps-bloatware

1st Method: Disabling the apps (without rooting):- This guide will work on all android device running on Android 4.2. or higher. By disabling, the apps aren’t uninstalled, you will hide them so you won’t see them on your home screen and and consume your battery power. To get started Open up the Settings app Navigate to Apps and hit the “more” tab. Here you can see the list of the android app which are installed on your device. Tap on the “All” Tab to see the list of system apps. Look for an app you want to remove and press “Disable” - See the screenshot below:-

Disable-Android-System-Apps
That’s all the app is disabled and it will not run in the background.

2nd Method: Use NoBloat App (Rooted Users)- This method will work only for the rooted users, with rooted device you can do lots of task easily on your Android.
a) Go to the Google Play store and install the NoBloat Free app on your phone.
b) Run the application and select all the system app one by one form the app screen and remove all of them with a single click.
Delete-Bloatware-on-Android
That’s it! Now all the system apps are permanently remove form your phone or tablet.

Cara Pasang 'Paid Android Apps' Dengan Percuma

In Google play store you can find lots of useful application and game which you can download n your device, But most of them are paid one and to install those app you have to pay some amount. Today in this tutorial we’ll show you how you can enjoy lots of paid apps on your android without paying a small penny. To enjoy all these app on your device all you have to install some apps or register with some websites. Without taking so much lets take a look how to get the paid apps.

Get Paid apps for free

1. Install the Amazon App store and A Paid App free - Once of the largest app store for android, here you can find lots of useful app for your devices. The Amazon App-store includes a free app a day feature. Here you will install one paid app for free for Every day. To activate this servcie all you have to install the amazon app on your device and enjoy paid app with zero cost. To get started visit this link (https://www.amazon.com/gp/feature.html?docId=1000626391) on your device and follow all the instructions.
Free-Paid-Android-App-From-Amazon
Once the setup process is done on Amazon account you can start enjoying the paid apps for free.

2. Discover and play PAID apps and games for FREE With Getjar Android App
- Another best to enjoy the paid app are to install the free android application called Getjar. With the helps of this app you can download paid apps for free by saving the Getjar Gold that comes for free. Download some of the free games or app from the Getjar app and you will earn some free credit to buy the premium android apps.
getjar-free-apps
Download the Getjar app from the Playstore link
We tested all the above mentioned method on our device and tested some of the best paid application on our android devices. You have to must try this method on your device an enjoy lots of premium apps on your device with zero cost.

Jumaat, April 25, 2014

Khutbah Jumaat: Hiburan melampaui batas syariat haram


Dalam kehidupan yang penuh mencabar keimanan ini, marilah kita berusaha mempertingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Istiqamah dalam melakukan perkara yang diredai Allah dan jauhilah perkara yang mengundang kemurkaan-Nya.

Mudah-mudahan kita mendapat kejayaan sebenar di dunia dan akhirat. Dalam mencari dan mendalami erti takwa, mimbar pada hari ini akan membicarakan mengenai Hiburan Yang Diredai.
Manusia dan hiburan tidak dapat dipisahkan. Seperti tubuh badan memerlukan makanan, begitulah jiwa manusia memerlukan kepada hiburan.


Ruang lingkup hiburan sangat luas. Ia merangkumi muzik, sukan dan permainan, lakonan dan seumpamanya. Ringkasnya, apa saja yang mendatangkan kegembiraan dan keceriaan pada jiwa, itulah hiburan.

Allah Yang Maha Mencipta amat memahami bahawa manusia kadangkala dirundung musibah dan duka.

Islam tak haramkan hiburan

Ketika itu, manusia mula mencari sesuatu yang dapat menceriakan jiwanya. Kadangkala pula manusia ingin berhibur atau dihiburkan kerana mendapat sesuatu berita gembira. Oleh itu, Islam datang bukan untuk mengharamkan hiburan dan kegembiraan, tetapi lebih kepada memberi garis panduan serta membimbing manusia untuk memilih hiburan yang mengundang keredaan Allah SWT.
Sedarlah, hiburan hanyalah sebagai rencah kehidupan. Kerana itu, tidak patut bagi manusia mementingkan hiburan lebih daripada mengabdikan diri kepada Allah SWT atau dengan kata lain, berhibur tanpa dibatasi syariat.

Amat tidak wajar lagi apabila seseorang itu memberi sepenuh tumpuan dalam hidupnya untuk hiburan semata-mata sehingga melupakan tanggungjawabnya sebagai hamba kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW adalah insan dan Rasul yang amat prihatin dengan jiwa manusia. Baginda menyantuni isu hiburan dengan penuh hikmah. Dalam riwayat Imam al-Bukhari, seperti yang dikhabarkan oleh Ummul Mukminin Saidatina Aisyah ketika beliau menghantar pengantin perempuan kepada pengantin lelaki daripada kaum Ansar, Baginda bertanya:

Bermaksud: Wahai Aisyah! Mengapa tiada bersama kamu hiburan? Sesungguhnya Orang Ansar sukakan hiburan. Hadis ini menunjukkan Nabi SAW prihatin dengan kecenderungan berhibur sesuatu kaum. Lebih-lebih lagi dalam majlis dan hari yang bertujuan untuk kegembiraan dan kesukaan seperti majlis perkahwinan, hari raya dan seumpamanya.

Dalam hadis sahih diriwayatkan Imam al-Bukhari, Ummul Mukminin, Saidatina Aisyah menceritakan bahawa Abu Bakar masuk ke dalam rumahku dan ketika itu aku sedang bersama-sama dua hamba wanita dari kalangan Ansar, mereka berdua sedang mengalunkan (menyanyikan) syair yang kebiasaannya diucapkan kaum Ansar ketika perang Buath. Aisyah menyatakan, Dan mereka berdua bukan dari kalangan penyanyi.

Pada ketika itu, apabila Abu Bakar melihatnya, beliau pun berkata, Wajarkah seruling syaitan dibunyikan di rumah Rasulullah SAW? Dan pada hari itu adalah hari raya. Maka, Rasulullah SAW pun bersabda yang bermaksud: Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini hari raya kita.

Biarpun Rasulullah SAW menerima hiburan seperti yang disebutkan dalam hadis tadi, sudah pasti terdapat batasan dan panduan yang Islam gariskan untuk umat Islam.

Kitab Fiqh Ala Mazahibil Arbaah menerangkan empat syarat utama, pertama perkataan sesuai dengan adab dan ajaran Islam. Ini termasuklah lirik atau skrip yang mengajak manusia mendekati Allah SWT serta menjauhkan manusia daripada menderhaka-Nya.

Hiburan galak maksiat dilarang

Islam melarang perkataan atau ucapan yang mengundang kerosakan akidah bahkan menggalakkan maksiat walaupun dalam situasi bersenda gurau.

Kedua, persembahan dan penampilannya tidak mengghairahkan nafsu syahwat serta mengundang fitnah. Lihatlah bagaimana sesuatu hiburan itu digayakan sama ada sopan dan penuh ketertiban atau sebaliknya.

Sekiranya ada unsur seperti aksi yang menggoda nafsu apatah lagi berlainan jantina.

Ia jelas diharamkan. Ketiga, acara tidak disertai dengan sesuatu yang haram, seperti hidangan arak, dadah, perjudian, mendedahkan aurat serta percampuran antara lelaki dan perempuan tanpa batas.

Kita dapati pada hari ini acara hiburan dipakej dengan pelbagai perkara haram yang mengundang kemurkaan Allah.

Kejadian yang berlaku ke atas anak remaja kita baru-baru ini, sebagai peringatan untuk kita di dunia sebelum hukuman yang lebih dahsyat di akhirat.

Keempat, hiburan itu tidak melalaikan sehingga perintah Allah SWT diketepikan. Misalnya apabila tiba waktu solat, maka hendaklah ditunaikan kewajipan itu terlebih dulu kerana itu adalah perintah Allah SWT yang pastinya jauh lebih penting daripada berhibur.

Janganlah kerana leka dan tenggelam dalam dunia hiburan sehingga tanggungjawab selaku hamba Allah diketepikan atau dilewat-lewatkan.

Hiburan yang melalaikan jelas adalah agenda terancang musuh Islam untuk melemahkan umat ini terutama generasi muda. Inilah masanya umat Islam berwaspada, bertindak dan bersatu bagi membendung isu ini daripada terus merebak dan menjadi barah.

Selasa, April 22, 2014

'Tweak Android Settings' dengan 'GravityBox Xposed Module'

In an android you can make lots of customization easily, if you have the rooted device then you can add lots of mods and tweaks on your phone. In this guide we;ll show you how you can make lots of change on your phone settings easily with GravityBox Xposed Module. With the help of this module you can easily teak status bar, notification panel, menu buttons, power options, Statusbar icon colors, Navigation bar tweaks and lots more. All you need a rooted device with Xposed framework. The process is very simple and you can apply easily on your phone.

Before following this guide do take the backup of your android phone. As we mention above to apply these tweaks you need a rooted device. If you don’t have the rooted application than read some of the best rooting tutorial here Howtorootmobile.com. After this follow the below mention guide to get started.

Tweak-android-settings

Tweak Android Phone and Tablet

Once the device is rooted install the Xposed Installer on your phone. (Read here Guide to Setup and Install Xposed Framework on Android). Now the Xposed framework and Download the GravityBox module from the download page of the application and enable the same from the Module section of the application.
Gravitybox-module
Once the module is enabled on your device, reboot you phone or table and you will see the new Gravitybox icon on your app drawer. Launch t he application and you will see lots of tweaks and setting on your app screen. Below are the screen shot of some tweaks.
Android-lockscreen-tweaks

Android-Statusbar-tweaks

From here you can make a lot of changes on your device. To apply some settings on your device you have to reboot your phone once and you will able to see the changes on your android. By default, GravityBox comes with no extra features enabled, so you can start building up your custom version of Android from the ground up. Fro more information about the application do check the XDA thread here.

Selasa, Mac 25, 2014

Pindah Mesej Lama Whatsapp Ke Telefon Android Baru (Backup)

To get started first you have to back up all of your Whatsapp messages on your old mobile phone and after that you have to move all those backup files on your new android smartphone. To do this all you have to connect your device with the PC and a file explorer app to create the Whatsapp directory on the new Android mobile.

Transfer Old Whatsapp Messages

Backup WhatsApp Messages

Open the WhatsApp messaging app on your old smartphone and then press the Menu key and tap the settings. In Setting menu you will see lots of options, click on the “Chat Settings” and then Tap “Backup Conversations”. See the screenshot below:-
Backup WhatsApp Messages
Now the backup file is saved on your Whatsapp folder.

Export WhatsApp Messages to New Android

Connect your Old Android mobile to the PC with USB cable and copy the Whatsapp folder on your desktop. You can find the WhatsApp folder on your phones Internal Storage.
Now move the “WhatsApp” Folder on your New Android device and install the WhatsApp app form the Google play store. Now Open Whatsapp messenger, the Welcome screen will appear just click on I Agree and Continue.
Enter your mobile number to complete the setup process. Once the setup process is done, WhatsApp will automatically detect the old backup files that you move on your phone. Now hit the “Restore” Option and all your old messages are saved on your new mobile with all contacts details and chats.

Khamis, Disember 19, 2013

Cara Elak Bypass / Remove Adf.ly Link [UPDATE 2013]

Sambungan tutorial dari pos yang lama > http://frantesi.blogspot.com/2011/09/cara-elak-bypass-remove-adfly-link.html

TOTALLY 100% WORK BYPASS ANNOYING ADF.LY!!!


Adblock Plus? Extension yang popular untuk menyekat iklan di Chrome atau Firefox. Cari sahaja di Chrome Web Store ataupun di Firefox Add-on 

Userscript yang berguna untuk melawan iklan-iklan dan bypass Adf.ly serta sekatan terhadap Adblock Plus di laman web tertentu


Apa yang perlu anda lakukan selepas memasang add-on Greasemonkey (bagi pengguna Firefox) dan extension Tampermonkey (pengguna Chrome)  ialah dengan klik pada butang 'Install' seperti di bawah:




Tips Untuk Pengguna Chrome User : 
1. Install Skipper seperti mana extension chrome yang lain
2. Install Tampermonkey baru boleh guna userscripts 


Tips Untuk Pengguna Firefox User : 
1. Install Adf.ly Skipper seperti mana add-on firefox yang lain 
2. Install Greasemonkey baru boleh guna userscripts 


Jumaat, Oktober 18, 2013

Khutbah Jumaat: Waspada agenda musuh melemahkan umat Islam


Golongan songsang jejas akidah cabaran bentuk negara aman

Keamanan dan ketenteraman adalah antara nikmat terbesar Allah SWT kerana dengannya kita dapat melakukan urusan agama serta kehidupan tanpa sebarang ketakutan, kebimbangan dan kegerunan seterusnya membantu kita mempertingkatkan kualiti hidup cemerlang. 
Hari ini, dunia memperlihatkan kepada kita dengan jelas bagaimana umat Islam di seluruh dunia menderita disebabkan kekacauan, huru-hara, peperangan dan pergaduhan yang berterusan. 

Sedarkah kita musuh Islam pastinya gembira dengan keadaan ini. Peperangan dan pembunuhan umat Islam yang berlaku hari ini adalah 'fitnah' yang telah dikhabarkan Rasulullah SAW"

Terkini apa yang sedang dialami oleh umat Islam di Syria dan Mesir apabila rakyat yang tidak berdosa, orang daif, anak-anak tidak berdaya, golongan wanita yang lemah sering menjadi mangsa. Mereka diseksa, dipukul, dianiaya, disembelih, dirogol dan dibakar hidup-hidup tanpa ada belas kasihan. 

Keadaan huru-hara yang semakin hari bertambah, kekacauan berterusan, pembunuhan kejam bukan saja memberi kesan buruk dalam kehidupan seharian, malah boleh membantut pelaksanaan amal ibadah seterusnya menyekat usaha pembangunan umat Islam dan negara.

Prihatin nasib umat Islam

Sebagai umat Islam yang prihatin, kita tidak seharusnya hanya menjadi penonton terhadap penderitaan, kezaliman dan kesusahan dialami mereka. Kita juga berperanan membantu mengurangkan situasi buruk mereka dengan tenaga, fikiran atau sekurang-kurangnya mendoakan keamanan dan kesejahteraan mereka. 
Akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, akidah Asya’irah dan Maturidiyyah yang kita warisi daripada ulama terdahulu yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah SAW wajib dipertahankan. Percayalah, dengan akidah yang benar kita dapat menyatukan umat Islam seluruh dunia tanpa mengira perbezaan bahasa, budaya dan warna kulit. 

Situasi buruk yang melanda umat Islam hari ini adalah agenda rapi musuh Islam sejak berkurun lamanya. Mereka bergembira dan bersorak dengan penderitaan ini. Agenda jahat mereka telah diatur dan dilaksanakan dengan jayanya. 

Mereka sememangnya tidak akan meredai Islam, umatnya dan tidak akan berhenti melemahkan serta menghancurkan Islam hingga ke akar umbi. Inilah perancangan rapi dilaksanakan mereka dan lebih malang lagi dilaksanakan umat Islam yang bersekongkol dengan mereka. 

Kesatuan umat yang rapuh, akidah menyeleweng, minda dan pemikiran lemah dan kejahilan bermaharajalela, ekonomi tidak menjamin, kebergantungan umat Islam pada bangsa asing dalam pelbagai aspek antara faktor agenda jahat mereka. 

Apa yang berlaku kepada umat Islam hari ini sebenarnya mempunyai hikmah dan pengajaran untuk dihayati. Dalam usaha menjunjung dan memartabatkan Islam sememangnya kita memerlukan keadaan yang aman dan tenteram. 

Tanpa keamanan dan kesejahteraan, kita tidak dapat mencapai matlamat membentuk sebuah negara Islam berdaulat. Realitinya, umat Islam di negara kita sedang berdepan pelbagai tribulasi dan cabaran seperti serangan fahaman songsang, akidah menyeleweng dan tuntutan bukan Islam yang boleh mencabar kewibawaan serta kemurnian Islam. 

Malah, masih ada lagi pihak yang suka membawa isu khilafiah dalam ibadah, walhal ia sudah lama diperdebatkan ulama silam. Inilah punca yang akan menambahkan kecelaruan dan pergaduhan dalam masyarakat. 

Sedarkah kita musuh Islam pastinya gembira dengan keadaan ini. Peperangan dan pembunuhan umat Islam yang berlaku hari ini adalah ‘fitnah’ yang telah dikhabarkan Rasulullah SAW. 

Tidak tumpahkan darah umat Islam

Rebutlah waktu yang masih berbaki dengan melakukan amalan ketaatan. Jangan sesekali membabitkan diri dalam menumpahkan darah umat Islam secara zalim sesungguhnya sesiapa yang membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT tanpa hak, maka wajib baginya qisas.

Ingatlah Firman Allah SWT bermaksud: “Dengan sebab (kisah pembunuhan kejam) yang demikian itu, Kami tetapkan atas Bani Israel, bahawasanya sesiapa yang membunuh seorang manusia dengan tiada alasan yang membolehkan membunuh orang itu, atau (kerana) melakukan kerosakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya; dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia semuanya. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul Kami dengan membawa keterangan yang jelas kemudian kebanyakan daripada mereka sesudah itu benar-benar menjadi orang yang melampaui batas (melakukan kerosakan) di muka bumi.” (Surah al-Maaidah, ayat 32) 

Jangan sesekali kita mengambil harta umat Islam secara zalim, merampas harta mereka sesungguhnya akibat buruk daripada perbuatan itu amat besar. Jauhi daripada melakukan huru-hara dan pemberontakan di negara ini.

Sumber: Khutbah Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI)

Orang berjiwa besar sentiasa berfikiran positif


Dalam jiwa tersemai sifat 'hilm', kawal marah, selalu bersangka baik

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Ketua-ketua yang kafir daripada kaumnya berkata: Sesungguhnya kami (wahai Hud) nampakmu berada dalam kebodohan dan sesungguhnya kami fikir engkau adalah daripada orang yang berdusta. Nabi Hud menjawab: Wahai kaumku! Tidak ada padaku sebarang kebodohan, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Tuhan sekalian alam. (Tugasku) menyampaikan kepada kamu akan perintah-perintah (yang diutuskan oleh) Tuhanku dan aku adalah pemberi nasihat yang amanah, bagi kamu.” (Surah al-A’raaf, ayat 66-68) 
Ayat ini menggambarkan pendustaan pembesar kaum ‘Aad terhadap dakwah yang disampaikan oleh Nabi Hud. Apa yang cukup menarik ialah al-Quran memaparkan kata-kata penghinaan diucapkan kaumnya namun ia tidak menyebabkan Nabi Hud hilang kawalan dan bertindak di luar kebiasaan. 

Sabda Rasulullah SAW: “Apabila seorang hamba itu menyumpah seranah sesuatu, naiklah segala perkataannya itu ke langit lalu ditutup segala pintu langit kepadanya kemudian turun pula dia ke bumi maka ditutup juga pintu-pintunya kepadanya kemudian ia pergi ke kanan dan ke kiri. Jika tidak ada celah untuk pemergiannya barulah ia kembali kepada orang yang dihadapkan sumpah seranah itu kalau ia berhak menerimanya. Kalau tidak, ia kembali semula kepada orang yang mengucapkannya.” (Riwayat Abu Daud)

Sebaliknya, Baginda masih mampu memberikan hujah yang mantap dengan tenang. Ini kerana terdapat perbezaan yang jauh antara orang dipilih untuk menyampaikan risalah-Nya kerana dihiasi sifat mulia dengan kaum yang memperbodohkan diri mereka dengan menyembah batu dan kayu.

Rasulullah ajar sifat bertenang

Sifat bertenang dalam tekanan adalah satu kekuatan yang perlu ada pada setiap manusia melayari kehidupan apatah lagi dengan pelbagai cabaran perlu diharungi dewasa ini. Rasulullah SAW mengajar sahabat sifat bertenang dan mengawal diri dalam banyak perkara serta peristiwa. 

Pada satu hari, seorang Badwi berkata kepada Baginda yang sedang membahagikan harta rampasan perang supaya membahagikan dengan adil kerana pembahagian itu dibuat bukan kerana Allah! Tidaklah Rasulullah SAW menjawab selain daripada menjelaskan kepadanya apa yang lelaki itu tidak tahu dan menasihati serta mengingatkannya apa yang telah terlanjur daripada mulutnya dengan bersabda: “Malangnya engkau! Siapa lagi yang akan berlaku adil kalau tidak aku? Aku akan kecewa dan rugi kalau aku tidak berlaku adil.” (Riwayat Muslim) 
Tahap ketabahan manusia menghadapi kesusahan dan ujian dalam hidup adalah berbeza. Setengah orang cepat dipengaruhi emosi oleh perkara kecil sehinggakan melihat masalah kecil itu besar menggunung, seolah-olah tidak ada lagi jalan keluar di depannya.

Sebahagian manusia pula bersedia menanggung kesusahan hidup dengan fikiran yang waras. Seseorang yang berjiwa besar sentiasa berfikiran positif dan tertanam dalam jiwanya sifat ‘hilm’ iaitu sifat yang menjadikan seseorang itu tidak cepat marah dan mengambil keputusan buruk.

Orang seperti itu tidak keberatan memaafkan kesilapan orang terhadapnya dan selalu bersangka baik. Firman Allah SWT: “Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu dan (mendapat) syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang yang bertakwa; Iaitu orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah dan orang yang menahan kemarahannya dan orang yang memaafkan kesalahan orang dan (ingatlah), Allah mengasihi orang yang berbuat perkara baik.” (Surah Ali-Imran, ayat 133-134) 

Orang tidak bijak kawal diri

Orang yang tidak bijak mengawal diri sering kali melahirkan kata-kata kesat dan membuat tindakan tidak siuman. Pintu pun akan dimakinya jika lambat dibuka, apa yang ada di tangan akan dihempas dan kenderaan juga dihambur dengan kata-kata kesat jika ia rosak atau tidak dapat digunakan.

Pada suatu masa, seorang lelaki telah melaknat kain yang tersangkut di bahunya kerana diterbangkan angin. Lantas Rasulullah SAW menegurnya dengan sabda Baginda: “Jangan engkau laknatinya kerana ia hanya diperintah dan dipergunakan, barang siapa yang melaknat sesuatu yang tidak patut menerima laknat itu, maka laknat itu berbalik kepada dirinya sendiri.” (Riwayat Baihaqi) 

Rasulullah SAW berusaha menghapuskan dua bentuk sifat jahiliah. Pertama, kejahilan terhadap ilmu pengetahuan. Keduanya, kejahilan terhadap sifat ‘hilm’.

Adapun yang pertama itu dapat dihapuskan dengan munculnya ilmu pengetahuan dan petunjuk, manakala yang kedua caranya ialah dengan mengekang kerakusan hawa nafsu. 

Menjadi kemegahan orang Arab pada zaman jahiliah apabila menentang kebodohan dengan suatu kebodohan lebih besar. Islam datang mencegah kedua-kedua sifat amarah itu dan memperkenalkan tonggak masyarakat berasaskan kemuliaan budi, keadilan dan kewajipan yang perlu ditunaikan.

Matlamat ini tidak akan tercapai melainkan apabila akal dan pemikiran yang sejahtera dapat mengawal naluri kemarahan. Apabila kemarahan sukar diredakan oleh seseorang menyebabkan keadaannya sentiasa meronta dan merengus sambil lidahnya memaki serta melaknat.

Islam sama sekali tidak menerima bentuk kelakuan seperti itu kerana sumpah seranah diibaratkan seperti peluru sesat sangat berbahaya yang dilepaskan oleh nafsu amarah.

Sabda Rasulullah SAW: “Apabila seorang hamba itu menyumpah seranah sesuatu, naiklah segala perkataannya itu ke langit lalu ditutup segala pintu langit kepadanya kemudian turun pula dia ke bumi maka ditutup juga pintu-pintunya kepadanya kemudian ia pergi ke kanan dan ke kiri. Jika tidak ada celah untuk pemergiannya barulah ia kembali kepada orang yang dihadapkan sumpah seranah itu kalau ia berhak menerimanya. Kalau tidak, ia kembali semula kepada orang yang mengucapkannya.” (Riwayat Abu Daud) 

Justeru, penawar kepada segala perbalahan dan pertikaian sama ada kecil atau besar ialah mengawal kemarahan dan bersedia memberi kemaafan daripada mengambil sikap membalas dendam atau bertindak balas.

Jumaat, September 27, 2013

Pemerintah wajib jaga akidah ummah


Maqasid al-Syariah jadi teras laksana tanggungjawab

Ketua negara atau pemimpin Islam digelar Khalifah, Imamatul Kubra (pemimpin utama atau tertinggi), al-Imam, Waliyyul Amr, Imaratul Mukminin atau Amirul Mukminin, imam al-Muslimin, Sultan dan al-Malik (Raja). 

Maka menjadi beberapa dasar yang wajib dipikul dan dilaksanakan setiap pemimpin sesuai dengan kedudukan masing-masing seperti dinyatakan oleh al-Imam al-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkam As-Sultaniah wawilayatu ad-Diniyah. 
Antaranya, memelihara Din al-Islam, asasnya yang tetap dan perkara telah disepakati oleh ulama. Melaksanakan hukum antara pihak yang bertelagah serta menyelesaikan setiap perselisihan yang timbul. 

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Iaitu mereka yang jika Kami berikan mereka kekuasaan memerintah bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat, dan mereka menyuruh berbuat kebaikan serta melarang dari melakukan perkara yang mungkar. Dan ingatlah bagi Allah jugalah kesudahan segala urusan.” (Surah al-Haj, ayat 41)


Menjalankan setiap hukum dan perintah yang Allah SWT amanahkan kepada manusia supaya hak Allah SWT tidak diabaikan dan dapat pula melindungi hak manusia daripada kerosakan serta kemusnahan. 

Sabda Rasulullah SAW: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap daripada kamu akan ditanya berkenaan kepemimpinannya. Seseorang amir (pemimpin) yang menguruskan hal ehwal masyarakat adalah pemimpin, dan ia akan disoal berkenaan urusan kepemimpinannya.” (Riwayat al-Tirmizi)

Namun, persoalan besar timbul di sini apakah teras kepada seseorang pemimpin dalam melaksanakan pemerintahan negara? Maqasid al-Syariah menjadi teras melaksanakan tanggungjawab kepada pemerintahan negara.
Kebaikan, kebajikan

Maqasid al-Syariah ialah melakukan kebaikan dan kebajikan bertujuan untuk menjaga tata susila, kepentingan serta sistem hidup. Allah SWT menjelaskan di dalam al-Quran bahawa perutusan Nabi Muhamad SAW adalah untuk kebaikan dan rahmat bagi sekalian alam. 

Maqasid al-Syariah yang ingin dicapai ini perlulah menjadi tonggak dan hala tuju dalam pensyariatan hukum serta ajaran Islam kerana itulah Imam Ibn Taimiyah pernah menyebut, maqasid yang wajib bagi pemerintah ialah memastikan kebaikan agama bagi manusia.

Manakala menurut Imam Ghazali dalam kitabnya al-Mustashfa’, lima perkara pokok yang perlu dipelihara dalam maksud syariah itu sendiri iaitu agama, diri, akal, keturunan dan harta. 

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Iaitu mereka yang jika Kami berikan mereka kekuasaan memerintah bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat, dan mereka menyuruh berbuat kebaikan serta melarang dari melakukan perkara yang mungkar. Dan ingatlah bagi Allah jugalah kesudahan segala urusan.” (Surah al-Haj, ayat 41) 

Ulama telah membuat kajian terperinci mengenai tatacara hidup manusia. Justeru, agama Islam menggariskan dasar segala peraturan terutama sistem yang sangat diperlukan oleh kehidupan manusia bagi menjamin kelangsungan mendatangkan manfaat dan menjauhkan mudarat.


Lima kepentingan wajib dijaga

Dalam konteks ini, ulama Islam menggariskan lima kepentingan wajib dijaga pemerintah yang tiada tolak ansur untuk mengabaikannya supaya umat Islam mampu bertahan menghadapi segala cabaran. 

Menjadi kewajipan pemerintah meletakkan kepentingan agama di tempat teratas. Menurut al-Imam al-Juwaini, antara tanggungjawab pemerintah ialah memelihara akidah dan amalan umat Islam, menghapus kekeliruan oleh penyeleweng agama, membanteras amalan bidaah serta penganjurnya.

Justeru, segala perkara yang merosakkan agama hendaklah dihindarkan. Penyelewengan akidah wajib dibanteras. Menjaga agama menjadikan seorang itu adil dan berintegriti, tidak membenarkan sesuatu berlaku yang akan merosakkan akhlak dan moral.


Haram pertumpahan darah jalan tak benar

Islam mengharamkan pertumpahan darah dengan jalan yang tidak benar. Apabila nyawa tidak terpelihara maka negara akan musnah, ketenteraman dan keamanan hilang. 

Akal wajib dipelihara dan dipupuk dengan nilai mulia serta ilmu. Semua unsur menjurus kepada kehilangan akal seperti arak, dadah, filem yang merosakkan pemikiran wajib dibanteras dengan segera. 

Keturunan wajib dipelihara demi menjaga sistem sosial dalam masyarakat Islam. Apabila keturunan rosak dengan sebab menyalahi syariat dan tabii seperti perzinaan, liwat, lesbian, gay, dwiseksual dan sebagainya, struktur sosial akan menjadi kacau bilau dan akhirnya runtuh dengan sendirinya.

Islam telah menggariskan prinsipnya iaitu al-adl wal ihsan dalam penjagaan harta. Pendekatan Islam menitik berat soal keadilan dengan mengharamkan segala bentuk penindasan, amalan riba, penipuan, rasuah, monopoli tidak seimbang, cetak rompak, menipu hak intelek dan manipulasi pasaran.

Menjadi tanggungjawab pemerintah menjaga segala kepentingan berkaitan kehidupan dunia dan agama seperti keamanan negara, keselamatan nyawa dan harta benda, kebajikan rakyat, keselamatan akidah serta kemudahan menunaikan perintah agama.

Tiada beza nikah mutaah, pelacuran


Segelintir masyarakat akan bersikap skeptikal terhadap sebarang isu jika dibincangkan dari sudut hukum-hakam termasuk dalam isu nikah mutaah. Timbul anggapan orang berlatarbelakangkan agama lebih memilih untuk bersikap ofensif atau suka menghukum. 

Tidak ada empati dan miskin sifat ihsan dalam menangani sebarang permasalahan masyarakat yang berlaku. Hanya mereka yang benar-benar takutkan Allah SWT, takut pada azab Allah SWT akan menyambut perbincangan dari sudut hukum-hakam. 
Isu nikah mutaah ini, soal dosa atau pahala akan diketepikan apabila keseronokan menjadi matlamat utama. Malah, bagi yang tidak mahu melepaskan ruang yang berada di depannya akan mencari dan mencipta pelbagai alasan untuk melaksanakan nikah mutaah tanpa rasa berdosa. 

Pernikahan atau perkahwinan adalah perkara suci. Konsepnya disamakan dengan pembinaan sebuah masjid kerana dalamnya penuh dengan elemen ibadah"

Sebagai wanita Islam, ibu, ibu saudara yang memiliki anak perempuan, saya melihat nikah mutaah mempunyai daya untuk merosakkan bangsa dan negara keseluruhannya. Hancur hati keibuan saya apabila mengetahui sebahagian amalan nikah mutaah di Iran untuk menambah pendapatan keluarga.

Mana-mana anak gadis sunti dalam keluarga jika sudah boleh melayan nafsu serakah lelaki yang sempit otaknya, maka akan ditawarkan dalam ‘pasaran’ nikah mutaah. Ibu bapa dan keluarga apakah yang menggelapkan masa depan anak sendiri?

Tiada beza dengan pelacuran

Jika ini situasinya, adakah nikah mutaah masih bersifat lebih mulia berbanding aktiviti pelacuran jika dilihat hampir tiada perbezaan antara kedua-duanya? 
Oleh sebab dalam nikah mutaah tiada rukun yang mengatakan wanita yang dinikahi itu mesti daripada kalangan beragama Islam, maka wanita bukan Islam juga boleh mengambil bahagian dalam nikah mutaah. 

Jika inilah ajaran Syiah, maka agama Islam melalui nikah mutaah telah menempah untuk dihina oleh agama lain di dunia ini. Sikap terbuka yang tidak bertempat dan mengajak wanita bukan Islam untuk sama-sama berseronok atas nama agama sebenarnya suatu penghinaan terhadap agama Islam.

Jika wanita bukan Islam mempunyai pegangan dan prinsip kepatuhan yang tersendiri dalam perkahwinan menurut agama mereka, bagaimana pula agama Islam mempunyai laluan yang amat mudah untuk dicemari. 

Sedangkan agama Islam memiliki tatacara hidup yang terperinci, kemas dan memiliki disiplin tinggi. Di mana rasa malu dan maruah umat Islam untuk mengajak wanita bukan Islam ke kancah ini?

Mazhab Ahli Sunah Wal Jama’ah sudah menjadi darah daging umat Islam di Malaysia. Pernikahan atau perkahwinan adalah perkara suci. Konsepnya disamakan dengan pembinaan sebuah masjid kerana dalamnya penuh dengan elemen ibadah. 

Konsep sakinah, mawaddah dan rahmah (tenang, cinta juga harapan dan kasih sayang) dalam rumah tangga Muslim datangnya daripada firman Allah SWT. 

Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan antara tanda yang membuktikan kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang yang berfikir.” (Surah ar-Rum, ayat 21)

Ijab dan kabul

Cinta suci terkandung dalamnya kalimah Allah dan ia bersifat abadi (mu’abbad). Pertalian ini diikat oleh hak dan tanggungjawab yang ada justifikasi ukhrawi. Berlakunya ijab dan kabul daripada harapan perkahwinan yang dibina adalah untuk selama-lamanya.

Perceraian atau talak yang berlaku dalam perkahwinan Sunni bukannya harapan mana-mana pasangan. Majlis pernikahan perlu diurus oleh wali yang antara peranannya melindungi kebajikan wanita di bawah bidang kuasanya. 

Ada saksi yang hadir dalam pernikahan berkenaan supaya terjamin kehormatan hubungan itu. Akhirnya, unit keluarga yang baharu terbina itu perlu dihebahkan supaya ia mempunyai tempat secara rasmi dalam masyarakat setempat.

Satu hadis ajaran Syiah menyebut: “Seseorang yang terbabit dalam nikah mutaah sekali sepanjang hayatnya mencapai status Imam Al-Hussain. (Manakala), seseorang yang terbabit sebanyak dua kali menjadi sama dalam status Imam Al-Hasan. Seterusnya, seseorang yang melakukannya sebanyak tiga kali, akan mencapai kedudukan Imam Ali. Dan barang siapa yang mengamalkannya sebanyak empat kali, akan memperoleh tahap dan kedudukan Nabi Muhammad.”

Persoalannya, di manakah rasionalnya untuk disamakan kedudukan pengamal nikah mutaah dengan kedudukan Baginda Nabi Muhammad SAW jika Baginda sendiri memansuhkan pernikahan ini?

Pernikahan bermaruah

Walaupun perkahwinan dan amalan poligami Baginda SAW menjadi bahan kritikan sesetengah golongan, contohnya Orientalis, tetapi setiap pernikahan Baginda dengan wanita yang dinikahi adalah secara bermaruah. 

Tidak ada bezanya antara nikah mutaah dengan pelacuran, malah mungkin kedudukannya lebih rendah berbanding dengan pelacuran jika kadar mas kahwin dipersetujui pasangan jauh lebih kecil dengan bayaran untuk seorang pelacur. 

Dalam maqasid al-Shariah, antaranya ialah menjaga maruah demi kemaslahatan umat Islam. Jika keseronokan menjadi tujuan utama, nescaya masyarakat akan menjadi rosak. Apabila masyarakat rosak, maka rosaklah negara.

Jumaat, Julai 19, 2013

Khutbah Jumaat: Ramadan ruang buat kebajikan


Masa sesuai tarbiah diri lakukan perubahan

Kita sudah menghampiri pertengahan Ramadan yang penuh keberkatan. Pastinya kita telah mengorak langkah dan mencapai kenikmatan mengerjakan ibadah termasuk solat sunat Tarawih. Namun, langkah yang telah dimulakan harus sentiasa dikemas kini. 
Ganjaran pahala berlipat ganda 

Firman Allah yang bermaksud: “Oleh itu bertakwalah kamu kepada Allah sedaya upaya kamu; dan dengarlah serta taatlah; dan membelanjakan harta kamu (di jalan kebaikan) adalah baik untuk diri kamu. Dan sesiapa yang menjaga dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang yang berjaya.” (Surah at-Taghaabun, ayat 16)

Apakah kita semakin berasa kelazatan dalam beribadah dan kehidupan semakin berubah mengikut panduan Ramadan yang berkat, seterusnya mendapat maghfirah dan rahmat Allah SWT. Selari keberkatan bulan penuh rahmat ini, Allah SWT menjanjikan ganjaran pahala berlipat ganda untuk mereka yang sentiasa mencari dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT bermaksud: “Sesiapa yang beramal salih, dari lelaki atau perempuan sedang ia beriman, maka sungguh Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan sesungguhnya Kami akan membalas mereka, dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.” (Surah an-Nahl, ayat 97)

Bagaimanakah untuk meraih ganjaran pahala yang hebat itu? Kita hendaklah mempunyai keinginan dan keazaman kuat. Keinginan ini harus disokong dengan pengetahuan yang benar dan penghayatan terhadap nilai sesuatu amalan berlandaskan ajaran Islam.

Contohnya, bagi menggalakkan umat Islam berpuasa Ramadan, kita dituntut menunaikannya dengan iman dan ihtisab iaitu menjiwai ganjarannya. 
Menjalani latihan dalam tempoh masa berterusan. Sedarlah, kita sebenarnya diberi satu tempoh yang mencukupi untuk faedah jasmani dan rohani. Latih tubi pelbagai aktiviti sama ada yang fardu atau sunat yang kita jalani setiap waktu perlu dilaksanakan dengan semangat.

Yakinlah hasil daripada latihan ini, kita diberikan bekalan dan tenaga yang mampu untuk dimanfaatkan dalam mengharungi liku-liku kehidupan. Jika nikmat dikecapi tanpa henti itu adalah maghfirah dan keampunan Allah, sudah pasti tiada ruang untuk tabiat buruk menguasai diri seseorang.

Puasa Ramadan mengandungi didikan untuk setiap lapisan masyarakat merangkumi tarbiah zahir dan batin. Umat Islam yang ingin melakukan perubahan sebenarnya bukan bersendirian, tetapi bersama orang lain yang inginkan perubahan ke arah kebaikan. 

Keprihatinan satu pihak terhadap pihak lain dalam ujian yang dihadapi dapat meringankan bebanan seterusnya membantu mereka merebut rahmat Allah dan keampunanNya pada bulan mulia ini. 

Ketahuilah takwa adalah hasil yang diharapkan daripada amalan pada Ramadan. Ia akan menjadi bekalan orang beriman dan perisai supaya manusia tidak terjebak dalam jurang maksiat serta kejahatan. 

Usahlah kita lalai dan leka daripada memanfaatkan bulan yang hanya tiba sekali dalam setahun ini kerana kita tidak tahu bila ajal akan menjemput. Bayangkanlah, apakah nasib dan balasan yang akan diterima jika kita menemui ajal dalam keadaan lalai serta tidak sempat bertaubat.

Maka, bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT, ia akan melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh. Dia tidak akan melihat, mendengar, mengucapkan dan melakukan perkara yang diharamkan. Dia juga tidak akan membiarkan maksiat berterusan.

Takwa bukan perkara mudah dicapai

Percayalah, takwa yang menjadi tujuan utama kita berpuasa bukan perkara mudah yang hendak dicapai. Bahkan sahabat pun melahirkan kerisauan membentuk sebenar-benar takwa sehingga turun ayat al-Quran.

Firman Allah yang bermaksud: “Oleh itu bertakwalah kamu kepada Allah sedaya upaya kamu; dan dengarlah serta taatlah; dan membelanjakan harta kamu (di jalan kebaikan) adalah baik untuk diri kamu. Dan sesiapa yang menjaga dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang yang berjaya.” (Surah at-Taghaabun, ayat 16) 

Walaupun bulan impian ini kelihatan memberi kesukaran dan ujian berat kepada umat Islam, tetapi ia adalah anugerah Allah kepada hamba-Nya untuk mencari maghfirah sebagai satu inspirasi kehidupan. Penuhilah ruang dan masa sepanjang bulan ini dengan perkara kebajikan, kebaikan dan berpahala.